Dikutip dari Suara Merdeka
Edisi 16 Juni 2012
Sebagai mukjizat terbesar kedua setelah Kitab Suci
Alquran, peristiwa Isra’ Mi’raj yang dialami Nabi Muhammad Saw. luar biasa
dahsyatnya. Tidak akan pernah ditemui sampai kapan pun makhluk di alam semesta,
termasuk malaikat sekalipun, bisa melakukan perjalanan spektakuler tersebut.
Peristiwa itu hanya bisa terjadi atas kehendak Al Khaliq.
Isra’ mi’raj pada 27 Rajab Tahun 2012 Kenabian, satu
tahun sebelum Muhammad hijrah ke Madinah, dimaksudkan untuk menunjukkan
kemahakuasaan Allah Swt, sekaligus menguatkan hati Nabi Muhammad Saw untuk
terus melanjutkan dakwah dan risalah perjuangan Islam yang dibebankan ke
pundaknya, sebagai penutup para nabi dan rasul.
Perjalanan manusia agung sepanjang zaman, Muhammad pada
malam hari dengan mengendarai buraq dikawal malaikat Jibril As, dimulai dari
Masjidil Haram di Makkah Aqsa di Baitul Maqdis Jerusalem Palestina, kemudian
dilanjutkan ke sidratul muntaha (langit
ketujuh).
Perjalanan dahsyat, mengarungi ruang angkasa mahaluas, menembus gugusan
bintang dan galaksi yang jaraknya miliaran tahun perjalanan cahaya dari bumi,
hanya dalam waktu semalam. Sejauh ini, teleskop NASA Hubble yang mengorbit pada
ketinggian geostasioner 36.000 kilometer dari bumi, baru bisa mendeteksi keberadaan
bintang (matahari) terjauh dari bumi, sejarak 20 miliar tahun perjalanan
cahaya.
Padahal satu tahun perjalanan cahaya sama dengan sejauh
10 triliun kilometer. Inilah luasnya alam semesta yang baru bisa diketahui
manusia saat ini. Keterangan dari Suarat Al Ghaasyiyah (89) Ayat 18 : waila samaa ‘i kaifa rufiat yang
bermakna bahwa alam semesta selalu berkembang diakui kebenarannya oleh Edwin P
Hubble, astronom dari Observatorium Mount Wilson California Amerika, yang
dikenal dengan teorinya “The Expanding Universe” (Alam Semesta yang
Mengembang).
Teori itu juga diakui oleh ahli astrofisika Rusia George Ganow dalam bukunya The Creation of
The Universe. Pada halaman 31 buku itu dia menuliskan seluruh ruang alam semesta yang dihuni
bermiliar-miliar galaksi, dalam keadaan mengembang sangat cepat, seluruh
anggotanya terbang saling menjauhi satu sama lain dengan kecepatan besar.
Manusia hanya bisa mengira-ngira besarnya alam semesta
misalnya dengan mempelajari sistem tata surya matahari yang memiliki 9 planet,
termasuk bumi. Tiap planet pun memiliki satelit (bulan) dengan jumlah
berbeda-beda.
Matahari yang termasuk dalam Milky Way Galaxy (Galaksi
Bima Sakti) digolongkan hanya sebagai bintang kecil jika dibandingkan dengan
bintang raksasa lainnya, ada yang besarnya sampai 50 kali matahari. Padahal
Milky Way Galaxy ada miliaran sistem tata surya yang didalamnya terdapat komet,
meteor, gugusan gas, awan nebula, dan black
hole sebagai pusat galaksi.
Pada malam Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad tidak hanya
mengarungi seluruh alam semesta, termasuk langit pertama (as samaa’as dunya), yang baru bisa dikira-kira manusia berdiameter
40 miliar tahun perjalanan cahaya, melainkan juga langit kedua, bahkan ketujuh
(sidratul muntaha) hanya dalam waktu
semalam.
Semua itu dapat dilakukan hanya atas kehendak-Nya. Sampai
akhir zaman, wahana ruang angkasa super modern sekalipun, mustahil mampu
mengarungi angkasa luar sampai menembus langit pertama, apalagi ketujuh.
Pasalnya, selama masih ada galaksi yang menjadi rumah miliaran bintang atau
matahari (saat ini diperkirakan ada jutaan galaksi), semuanya masih disebut
langit pertama. Isra’ Mi’raj adalah perjalanan suci sekaligus mahadahsyat,
untuk selalu mengingat ke Mahakuasaan Allah Swt.

tante kirain aku, artikel tentang GALAXY SUPERSTAR , Hahahaha
BalasHapushahahhaaaa, emang korea apa,, peseeeeeeeekk,pesek :-p
BalasHapussesama pesek dilarang saling mengejekk :p
BalasHapusokeh Lis,, terima kasih,, hahaha
Hapushahahaaa..... tak dukung dhe, :D :P
BalasHapustpi apik te postingane, tp luwih apik nek aku d tumbasna bukune te, wkwkwkw
aLhamdulilLah yaa,, haha,, nanti bud, yang ini di baca duLu dan diresapi scara mendaLam,, semoga bermanfaat :-D
Hapuswaahh.,.,,. sungguh maha besaar Allah.,.,
BalasHapusluar byasoooo.,.,., .
iyahh. . . :-)
Hapus