Rabu, 02 Mei 2012
SISTEM INFORMASI AKADEMIK DI UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
Jika teman-teman ingin mengetahui bagaimana perencanaan strategis pengembangan sistem informasi akademik di Universitas Pancasakti Tegal, klik disini
TIK dalam Bimbingan dan Konseling
Jika teman-teman ingin melihat Buku Ajar Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Bimbingan Konseling, klik disini
Pembuatan Facebook Sudah Teramalkan dalam Al-Quran
Suatu ketika selepas Ashar di Masjid Al Hikam. Di salah satu pojok masjid tersebut terdapat Ranid dengan dua orang temannya yakni Ahmad dan Ilmi yang terlihat sedang mendiskusikan sesuatu. Kali ini tema yang diangkat seputar masalah I’jazul Quran (Mukjizat Al Quran). Diskusi yang berjalan cukup santai namun sarat akan ilmu.
Ahmad adalah seorang mahasiswa salah satu PTS di Jakarta dengan program studi Matematika. Seorang calon pengabdi masyarakat dengan ilmunya. Ahmad selalu berupaya mengaitkan Al-Qur’an dengan bidang studinya matematika. Ahmad sering berkutat dengan angka-angka dalam Al-Qur’an.
Ahmad pun memulai diskusi. “Subhanallah alquran itu bener-bener mukjizat. Ana pernah baca di Internet bahwa ternyata kata Yaum (hari) di dalam alquran sebanyak 365 kata sama seperti jumlah hari dalam satu tahun, kata syahr (bulan) disebutin 12 kali sama kayak jumlah bulan dalam satu tahun, sab’u (minggu) disebutin 7 kali sama dengan jumlah hari per minggu. Belum lagi kata-kata yang berlawan kata. Misalnya ad dunya 115 kali, al akhiroh juga 115 kali. Malaikat 88 kali sedangkan asy syayathin 88 kali juga. Al hayat 145 kali begitupun dengan Al Maut yang juga 145 kali. Belum lagi angka 19 yang disebutin dalam alquran surat Al Mudatsir ayat 30. Sebetulnya masih banyak tapi mending antum liat di internet aja nafsi-nafsi, tinggal tanya mbah google ketik key word nya keajaiban angka dalam alquran,” Celoteh Ahmad sekaligus mengakhiri presentasinya.
Tiba giliran Ranid memaparkan pengetahuannya seputar masalah mukjizat Quran. Ranid memang sangat menyenangi diskusi-diskusi tentang kajian Islam berhubung program studi Ranid adalah bahasa Arab yang ia geluti di salah satu Ma’had Lughoh di Jakarta. Maka ia akan memaparkan sepengetahuannya tentang I’jazul Quran dari sudut pandang bahasa.
Setelah mengucapkan basmalah seraya memuji Allah dengan hamdalah, serta sholawat kepada Nabi SAW. Ranid pun mulai berkata “Mumtaz! ustadz Ahmad mantep dah penjelasannya, giliran ana ya? Gini jadi mukjizat kalo diliat dari segi bahasa maka secara sederhana dapat diartikan sebagai ‘senjata’ untuk melemahkan terhadap tantangan dakwah yang ada. Contoh di zaman nabi Musa AS berhubung waktu itu sihir sedang ngetrend-ngetrendnya maka Allah kasih mukjizat nabi Musa AS ‘menyerupai’ sihir, tapi bukan sihir, dengan tongkatnya yang terkenal. Bisa berubah jadi ular, ngebelah lautan, dsb. Trus di zaman nabi Isa AS berhubung waktu itu ilmu kedokteran lagi maju-majunya maka Allah kasih kepada nabi Isa AS mukjizat yang berhubungan dengan dunia pengobatan. Nah, di zaman Rasul SAW pada masa itu kaum jahiliyyah terkenal akan syairnya yang luar biasa Indahnya. Maka Allah pun memberikan kepada Nabi SAW berupa alquran sebuah mukjizat yang begitu sangat tinggi dan sarat akan nilai sastranya.”
Ranid masih melanjutkan pemaparannya “bahkan Allah nantangin mereka kaum kafir untuk buat satu surat saja yang semisal dengan alquran. Coba antum buka Al-Baqoroh ayat 23 ‘dan jika kamu meragukan Al-Quran yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) maka buatlah satu surat semisalnya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah jika kamu orang yang benar,’ dan dilanjutan ayatnya, bahwa Allah sudah kasih garansi, mereka pasti gak akan mampu ngebuatnya. Pernah ada kisah tentang Musailamah Al-Kadzdzab yang coba-coba buat alquran tandingan. Salah satu suratnya niru-niru al-fiil. Dan surat gadungan itu ditertawakan banyak orang karena diliat dari sisi bahasa dan maknanya betul-betul jelek. Dan satu hal lagi cuma alquran kitab suci yang bisa dihafal oleh jutaan manusia walaupun manusianya itu sendiri pun tidak mengetahui arti alquran. Bahkan uniknya juga, hafalannya tersebut lengkap sampai titik dan komanya. Subhanallah maha benar Allah dalam firmanNya ‘dan sungguh Kami mudahkan Al-Quran untuk peringatan’ Al-Qomar ayat 17,” Ranid pun mengakhiri makalah yang dibawakannya.
Selanjutnya giliran Ilmi yang mendapat giliran menjelaskan mukjizat quran berdasarkan studi yang ia geluti. Ilmi adalah seorang mahasiswa IT di salah satu PTS di Jakarta. Berbeda dengan kedua orang sahabatnya tadi, Ikhwan lajang ini tengah mengerjakan tugas akhir dalam perkuliahannya. Hal ini dikarenakan Ilmi terlebih dahulu kuliah selepas SMA daripada Ahmad dan Ranid yang sempat menunda jenjang akademisnya.
Lengkap dengan stelan kacamata khas para hacker di film Hollywood, Ilmi pun memulai pembicaraannya. “sebenernya ana belum mau mengatakan ini mukjizat atau gak? terus terang ana gak berani. Tapi salah satu point yang pernah ana dengar dalam seminar Qur’an bahwa kenapa Qur’an disebut mukjizat tak lain dan tak bukan adalah karena kebenarannya dalam ‘meramal’ masa depan. Betul gak Ran?” Ilmi bertanya pada Ranid. Ranid pun mengiyakan pernyataan Ilmi dengan mengaggukan kepala, seolah tak mau kehilangan pemaparan dari Ilmi sahabatnya.
Ilmi melanjutkan “surat al-lahab” contohnya, di situ Allah memastikan bahwa Abu Lahab bakalan tetep kafir dan masuk neraka. Dan ketika surat itu turun di Mekkah, Abu Lahab ternyata masih hidup. Sekarang coba antum bayangin kalo seandainya Abu Lahab itu tergerak hatinya untuk masuk Islam atau pun pura-pura masuk Islam maka Al-Quran akan dipertanyakan kebenarannya dari dulu sampai sekarang. Ataupun di surat Ar-Rum di situ dijelaskan bahwa Romawi bakalan menang melawan Persia. Dan itu subhanallah terjadi beberpa tahun kemudian. Setelah pada peperangan yang sebelumnya Romawi kalah maka pada peperangan selanjutnya Romawi menang telak.
Dan satu lagi peristiwa fathul Mekkah di surat Al-Fath. Allah memastikan kaum Muslimin akan memasuki Mekkah setelah sekian lama hijrah ke Madinah. Dan subhanallah hal itu terbukti.”
“Ah itu mah ana dari aspek sejarah Mi, coba dari aspek IT sesuai sama studi antum?” Tanya Ranid seolah menantang Ilmi. “Weitss, tenang-tenang ana kan belum selesai jelasinnya, ana lanjut ya!” Jawab Ilmi. “Nah berhubung tadi ana bilang ana gak berani nyebut ini mukjizat atau nggak, maka ana akan bilang ini kehebatan Quran.” Ilmi masih melanjutkan, sementara kedua rekannya Ahmad dan Ranid masih terus diam dan menyimak kata per kata yang akan terlontar dari mulut Ilmi. “Antum tau gak, bahwa sejak 1400 tahun yang lalu alquran sudah menyinggung tentang Facebook dan kawan-kawannya?!” Ahmad sang Cagur (Calon Guru) tertegun diiringi dengan tertawa kecil seolah tak percaya statmen Ilmi. Lain lagi dengan Ranid yang masih berpikir dan mencari-cari bahwa apakah benar kata Facebook ada di dalam alquran. Dengan mencoba mentashrif pola-pola fi’il.
Ilmi meneruskan kembali pemaparannya “Ahmad, coba antum buka surat Al-Ma’arij ayat 19-21 ‘Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan apabila mendapat kebaikan dia jadi kikir.’ Ayat ini menjelaskan fenomena jama’ah Al-Fisbukiyyah secara umum. Coba antum liat wirid-wirid mereka. Kebanyakan isinya keluh kesah. Temanya udah mirip sinetron mendayu-dayu sampai bikin air mata keluar. Sakit dari mulai bisul, cantengan, jerawat, sampai ayan di update di status. Cuaca juga gak ketinggalan. Dikasih hujan, ngeluh gak bisa kemana-mana. Dikasih panas ngeluh kepanasan. Segala maksiat juga disebarin di muka umum. Masalah duit abis, rezeki seret terus dan terus di suguhkan. Ibadah juga ada beberapa yang dipublikasikan puasa, sedekah, tapi alhamdulillah ana belum menemukan ada orang yang lagi sholat update status ‘lagi roka’at dua nih’ naudzubillah kalo sampai ada!” canda Ilmi. Ahmad dan Ranid pun tertawa dan mengaminkan ucapan Ilmi. “Terus di ayat setelahnya dikatakan ‘apabila dapat kebaikan maka ia kikir.’ Ana rasa betul ayat tersebut. Coba antum hitung ada beberapa orang yang update status semisal alhamdulillah dapet rezeki, buat yang mau ditraktir harap tunggu di depan masjid. Kira-kira ada gak status kayak gitu. Giliran dapat rezeki yang melimpah pada pelit gak mau orang lain pada tau, tapi giliran ditimpa musibah di share kemana-mana.”
“Ah, antum iri aja kali jangan sok jaim deh?!” Kali ini Ahmad yang bertanya kepada Ilmi. Ilmi pun menjawab “ana rasa jaim itu perlu, dalam konteks JAIM, Jaga-Iman berkaitan dengan hal malu, ana tidak mengharamkan update status, akan tetapi alangkah baiknya update-nya itu yang baik-baik pokoknya temanya mengajak kebaikan dari quran, hadits, sahabat, ataupun salafush sholih. Inget akh dalam hadits riwayat Bukhori dikatakan Jika kamu tidak malu, maka berbuatlah sesukamu. Ulama bilang bahwa jika kita udah gak malu sama Allah dan tidak merasa diawasinya maka tunaikan saja hawa nafsumu dan lakukan apa yang kau inginkan.” Jawab Ilmi.
Ranid tak menyangka sahabatnya Ilmi dapat menarik dan mengaitkan surat Al-Ma’arij ayat 20-22 dengan fenomena Facebookers yang bergentayangan di dunia maya. Alhamdulillah bertambah satu lagi pengetahuan Ranid pada hari itu. Sungguh Ranid sejatinya sudah sering membaca atau bahkan menghafalkan surat ini. Namun dikarenakan kurang men-tadabbur-i ayat ini maka alangkah kagetnya ia mendengarkan penjelasan yang dipaparkan oleh sahabatnya Ilmi.
Diskusi kali ini pun berkahir seiring dikumandangkannya adzan maghrib sebagai pertanda masuknya waktu sholat maghrib..
Selasa, 01 Mei 2012
Hidup Itu Indah,, Mau tahu Tipsnya???
TIPS MENJALANKAN
KEHIDUPAN
ü Jangan
tinggalkan kewajiban Anda terhadap Sang Pencipta dan pada orang tua. Berdoalah
pada Sang Pencipta dan mintalah doa restu orang tua sebelum melakukan apapun.
ü Bangulah
15 menit lebih awal setiap pagi. Urusan ini itu akan lebih terasa ringan kalau
kamu bangun lebih awal.
ü Siapkan
keperluan pagi hari dari malam sebelumnya, termasuk pakaian seragam, buku
pelajaran, sepatu dan lain-lain.
ü Jangan
andalkan daya ingat kamu. Tuliskan agenda kamu seharian secara terperinci
termsuk waktu les dan waktu yang lain.
ü Jangan
lakukan sesuatu ang mengharuskan kamu untuk berbohong sesudahnya.
ü Buatlah
kunci cadangan untuk kamar, rumah, almari dan kendaraan kamu.
ü Bersabarlah
setiap kali harus menunggu, karena setiap hal butuh proses.
ü Jangan
suka menunda! Adapun yang ingin kamu lakukan esok hari, lakukanlah hari ini.
Apapun yang ingin kamu lakukan hari ini, lakukanlah sekarang juga.
ü Rencanakanlah
sesuatu jauh-jauh hari. Jangan biarkan tangki bensin kosong lebih dari
setengah. Jangan sampai kehabisan stok obat, pulsa, lilin dan barang-barang
yang terkesan sepele tetapi sebenarnya vital.
ü Jangan
tumpuk barang yang sudah rusak.
ü Cadangkan
waktu 15 menit unutk setiap pertemuan.
ü Selalu
persiapkan diri menghadapi keadaan buruk.
ü Batasi
jumlah kafein dalam menu harian kamu.
ü Bersikap
santailah.
ü Ingatlah
bahwa untuk setiap satu kesalahan, ada 10 atau 50, atau bahkan 100 berkah dalam
hidup kamu.
ü Katakan
“TIDAK” untuk hal yang tidak ingin kamu lakukan meskipun kamu didesak. “Tidak”
akan menyelamatkan kamu untuk menghargai diri sendiri.
ü Matikan
HP. Kalau mau mandi, tidur, atau membaca tanpa gangguan, matikan saja HP. Dunia
bisa menunggu kamu kok!
ü Ubahlah
“kebutuhan” menjadi “pilihan”. Kebutuhan fisik kita hanya terbatas pada
sandang, pangan, dan papan, yang lain adalah pilihan.
ü Sederhanakan
segala sesuatu.
ü Bangun
dan regangkan tubuh setiap beberapa jam sekali.
ü Gunakan
earplugs kalau kamu butuh suasana senang.
ü Atasi
kekacauan. Rapikan rumah sehingga kamu gampang menemukan barang-barang kamu.
ü Tuliskan
pikiran dan perasaan kamu ke dalam diary, blog, atau media apa saja yang paling
kamu sukai jika kamu tidak bisa mencurahkan isi hatimu secara lisan. Dengan
catatan, jangan pernah tuliskan isi hatimu dalam media teknologi secara
blak-blakan, karena kalau seperti itu, kamu sama saja tidak menghargai
privasimu sendiri!
ü Tidurlah
yang cukup
ü Belajarlah
untuk menjalani segala hal satu per satu, jangan sekaligus.
ü Setiap
hari lakukanlah sesuatu hal yang bisa kamu nikmati
ü Mandilah
di pancuran air hangat sesekali, untuk melepaskan ketegangan.
ü Lakukan
sesuatu untuk orang lain.
ü Berkonsentrasilah
untuk memahami daripada dipahami; mencintai daripada dicintai.
ü Lakukan
sesuatu untuk memperbaiki penampilan. Tampil baik akan membuat kamu merasa
baik.
ü Jadwalkan
kegiatan yang realistis. Hindari pertemuan-pertemuan yang selisih waktunya
terlalu mepet. Sisakan waktu untuk bernapas sebelum berangkat di pertemuan
berikutnya.
ü Bersikaplah
fleksibel. Tidak semua hal harus dilakukan dengan sempurna. Ada banyak hal yang
dapat dikompromikan.
ü Hapuskan omongan
destruktif, seperti “saya terlalu tua untuk...”, “saya terlalu gemuk untuk...”
, dan sebagainya,
ü Gunakan
akhir minggu untuk melakukan perubahan rutinitas.
ü Berhemat
dan menabunglah. Perhatikan : cobalah bedakan antara berhemat atau pelit!!!!
ü Laukanlah
satu pekerjaan sekali waktu.
ü Selalu
sediak waktu setiap harinya untuk menyendiri dan melakukan introspeksi.
ü Kalau
berurusan dengan satu masalah yang tak menyenangkan, tuntaskanlah urusan itu
secepat-cepatnya.
ü Belajarlah
untuk berbagi tugas.
ü Jangan
lupa untuk makan siang dengan tenang dan cukup.
ü Hitunglah
sampai seribu sebelum kamu melakukan atau mengatakan sesuatu yang akan
memperburuk masalah.
ü Maafkanlah
orang lain. Ingat dong, kalau kamu tinggal di dunia yang jauh dari sempurna.
ü Jagalah
sikap optimis. Percayalah bahwa setiap orang mencoba yang terbaik.
ü Pilihlah
lingkungan yang harmonis dengan kebutuhan dan keinginan kamu.
Langganan:
Postingan (Atom)