Senin, 25 Juni 2012

Apakah Anda Seorang WORKAHOLIC????

Dikutip dari Radar Tegal Edisi 2 Juni 2012

     Bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja?? Ini merupakan pertanyaan yang paling sering diajukan untuk para pekerja. Semakin banyak orang di Amerika yang menemukan diri mereka untuk bekerja. Apakah Anda merasakan hal serupa?? Orang-orang yang gila bekerja atau kerap disebut workaholic biasanya selalu merasa diburu baik fisik, mental maupun emosional.
   Orang-orang yang workaholic akan lebih mementingkan pekerjaan secara berlebihan dan melupakan aspek kehidupan yang lain, seperti keluarga dan teman mereka. Apakah Anda seorang workaholic??
    Jika Anda adalah seorang workaholic, Anda akan sulit untuk berhenti sejenak dan melupakan masalah pekerjaan. Pekerjaan mengorbankan sisi lain dari kehidupan Anda, karena waktu dan perhatian Anda dihabiskan untuk itu. Masalah-masalah dalam pekerjaan tersebut akan membuat Anda mengabaikan hal-hal lain yang penting dalam hidup Anda, baik itu hubungan sosial dan lainnya.
    Pekerjaan akan terus memenuhi pikiran Anda, bahkan sampai Anda tertidur di malam hari. Sebagian dari diri Anda akan selalu terfokus ke pekerjaan. Sebagai ilustrasi, seorang pekerja keras biasa akan semangat melakukan pekerjaannya, namun masih memikirkan kehidupan sosial seperti berbelanja, atau sekedar menghabiskan waktu dengan teman-temannya. Tetapi seorang workaholic mereka akan menghabiskan waktu dengan temannya, namun tidak akan berhentti memikirkan pekerjaan mereka.
    Berikut ciri-ciri workaholic, yang dikutip Radar dari wolipop antara lain :
   Tidak percaya orang lain. Seorang yang workaholic akan menghabiskan sebagian besar hidupnya di tempat kerja atau membawa pulang pekerjaan ke rumah. Mereka kurang percaya mendelegasikan tugas kepada orang lain dan biasanya tidak tertarik dengan kerja tim.
     Mereka adalah orang yang perfeksionis dan merasa tidak ada yang dapat melakukan pekerjaan tersebut lebih baik dari mereka. Seorang workaholic akan mengatasi masalah sendiri. Padahal, sebenarnya kadang dia tetap memerlukan masukan dan bantuan dari orang lain dari orang lain untuk mencapai hasil yang memuaskan.
   Cenderung memiliki masalah dalam kehidupan pribadi. Tipe seorang workaholic tidak memiliki banyak teman maupun hobi. Hubungan pribadi mereka juga cenderung berantakan. Mereka memiliki kesulitan dengan keintiman karena pekerjaan selalu dipikiran mereka.
   Penelitian yang dilakukan oleh University of North Carolina menemukan, pernikahan pasangan yang workaholic memiliki potensi bercerai 2x lebih besar dari pasangan normal yang tidak gila bekerja. Pernikahan bukanlah tipe pekerjaan yang akan menjadi fokus pasangan workaholic.
  Selain pernikahan, seorang yang workaholic akan menimbulkan efek kepada anak-anaknya. Penelitian yang dilakukan University of North Carolina tersebut juga menemukan anak dari dari seorang workaholic memiliki risiko lebih besar untuk menjadi depresi dan memiliki tingkat kegelisahan yang tinggi. Orang tua yang workaholic juga memiliki standar tinggi untuk anak mereka, karena mereka melihat sebuah kesempurnaan.
  Orang workaholic juga memiliki masalah kesehatan. Hal itu karena mereka menderita stres yang parah. Mereka biasanya akan kurang makan dan tidak sempat berolahraga. Psingkatnya workaholic akan memiliki masalah fisik dan juga emosional yang tidak baik bagi kesehatan mereka.
  Lalu pertanyaannya, apakah Anda termasuk workaholic???? Walaupun Anda termasuk workaholic, semua aspek kehidupan baik, bergantung pada bagaimana cara Anda berusaha menyeimbangkannya. ^^

2 komentar:

  1. ternyata semua yang berlebihan itu tidak baik yah untuk diri kita maupun orang-orang disekitar kita....

    BalasHapus
  2. boleh-boleh saja kita workaholic. .namun hati-hati, karna kita harus pintar-pintar membagi waktu, jangan sampe hak dan kewajiban kita terbengkalai.

    BalasHapus