Dikutip dari Radar Tegal
Edisi 2 Juni 2012
Bekerja untuk hidup atau
hidup untuk bekerja?? Ini merupakan pertanyaan yang paling sering diajukan
untuk para pekerja. Semakin banyak orang di Amerika yang menemukan diri mereka
untuk bekerja. Apakah Anda merasakan hal serupa?? Orang-orang yang gila bekerja
atau kerap disebut workaholic biasanya
selalu merasa diburu baik fisik, mental maupun emosional.
Orang-orang yang workaholic akan lebih mementingkan
pekerjaan secara berlebihan dan melupakan aspek kehidupan yang lain, seperti
keluarga dan teman mereka. Apakah Anda seorang workaholic??
Jika Anda adalah seorang workaholic, Anda akan sulit untuk
berhenti sejenak dan melupakan masalah pekerjaan. Pekerjaan mengorbankan sisi
lain dari kehidupan Anda, karena waktu dan perhatian Anda dihabiskan untuk itu.
Masalah-masalah dalam pekerjaan tersebut akan membuat Anda mengabaikan hal-hal
lain yang penting dalam hidup Anda, baik itu hubungan sosial dan lainnya.
Pekerjaan akan terus memenuhi
pikiran Anda, bahkan sampai Anda tertidur di malam hari. Sebagian dari diri Anda
akan selalu terfokus ke pekerjaan. Sebagai ilustrasi, seorang pekerja keras
biasa akan semangat melakukan pekerjaannya, namun masih memikirkan kehidupan
sosial seperti berbelanja, atau sekedar menghabiskan waktu dengan
teman-temannya. Tetapi seorang workaholic
mereka akan menghabiskan waktu dengan temannya, namun tidak akan berhentti
memikirkan pekerjaan mereka.
Berikut ciri-ciri workaholic, yang dikutip Radar dari
wolipop antara lain :
Tidak percaya orang lain.
Seorang yang workaholic akan
menghabiskan sebagian besar hidupnya di tempat kerja atau membawa pulang
pekerjaan ke rumah. Mereka kurang percaya mendelegasikan tugas kepada orang
lain dan biasanya tidak tertarik dengan kerja tim.
Mereka adalah orang yang
perfeksionis dan merasa tidak ada yang dapat melakukan pekerjaan tersebut lebih
baik dari mereka. Seorang workaholic
akan mengatasi masalah sendiri. Padahal, sebenarnya kadang dia tetap memerlukan
masukan dan bantuan dari orang lain dari orang lain untuk mencapai hasil yang
memuaskan.
Cenderung memiliki masalah
dalam kehidupan pribadi. Tipe seorang workaholic
tidak memiliki banyak teman maupun hobi. Hubungan pribadi mereka juga cenderung
berantakan. Mereka memiliki kesulitan dengan keintiman karena pekerjaan selalu
dipikiran mereka.
Penelitian yang dilakukan
oleh University of North Carolina
menemukan, pernikahan pasangan yang workaholic
memiliki potensi bercerai 2x lebih besar dari pasangan normal yang tidak gila
bekerja. Pernikahan bukanlah tipe pekerjaan yang akan menjadi fokus pasangan workaholic.
Selain pernikahan, seorang
yang workaholic akan menimbulkan efek kepada anak-anaknya. Penelitian yang
dilakukan University of North Carolina
tersebut juga menemukan anak dari dari seorang workaholic memiliki risiko lebih besar untuk menjadi depresi dan
memiliki tingkat kegelisahan yang tinggi. Orang tua yang workaholic juga memiliki standar tinggi untuk anak mereka, karena
mereka melihat sebuah kesempurnaan.
Orang workaholic juga memiliki masalah kesehatan. Hal itu karena mereka
menderita stres yang parah. Mereka biasanya akan kurang makan dan tidak sempat
berolahraga. Psingkatnya workaholic
akan memiliki masalah fisik dan juga emosional yang tidak baik bagi kesehatan
mereka.
Lalu pertanyaannya, apakah
Anda termasuk workaholic???? Walaupun
Anda termasuk workaholic, semua aspek
kehidupan baik, bergantung pada bagaimana cara Anda berusaha menyeimbangkannya.
^^
ternyata semua yang berlebihan itu tidak baik yah untuk diri kita maupun orang-orang disekitar kita....
BalasHapusboleh-boleh saja kita workaholic. .namun hati-hati, karna kita harus pintar-pintar membagi waktu, jangan sampe hak dan kewajiban kita terbengkalai.
BalasHapus