ORANG memang
berbeda-beda. Ada yang ekstrovert, ada yang introvert. Yang satu
nyuruh kita terbuka,
sedangkan kita lebih suka
tertutup. Lain lagi. Ada yang minta kita tertutup
padahal jelas-jelas kepribadian kita terbuka.
Orang men-judge orang terbuka dan mengutuk orang tertutup. Pilih mana?
Terbuka? Tertutup?
Kita hidup dikelilingi orang-orang yang beraneka ragam : jenis kelamin, ras, selera, cara pandang, style, haluan politik, agama. De el el. Juga kita dikerumuni orang-orang dengan pola sikap yang macem-macem terhadap kepribadian orang laen. Ada komunitas yang nggak suka sama orang-orang yang karakternya terbuka. Gitu juga dengan orang-orang tertutup. Masing-masing punya alasan buat suka n nggak suka. Masalahnya, kita mau ikut yang mana?
Susah memang
idup di tengah-tengah manusia. Kita sering dipaksa untuk mengikuti
selera mereka. Apa hak mereka? Dan apa pula kewajiban kita buat nurutin mereka?
So, inilah kita. Mau
menjadi karakter terbuka ataupun tertutup, nggak usah mikirin orang laen. Yang
punya idup kita. Biarin
mereka ngomong apa toh omongan itu nggak bakalan ngubah sedikit pun takdir kita.
Kita yang nentuin seberapa berharga
karakter jiwa kita dan apa
"madu kehidupan" yang kita rasakan
dari karakter kita.
Then, so what with people's says?
Sumber
: http://jejak-sangmanyar.blogspot.com/2012/06/terbuka-tertutup.html
smwa da baik buruk'y emangg,.,., .
BalasHapus